Engkau kah Yang Hilang Itu ?
Suatu hari, kau hadir di hidupku.
Ketika embun pagi menyapa, ketika hujan menebar aroma pagi yang wangi,
ketika langit masih memudarkan cahayanya.
Ketika...
Aku bahagia saat itu, jam itu, detik itu…
Bahkan itu pertama kali kau hadir dihidupku.
Tak ada keinginan selain menyemai rasa yang tak pernah begitu sesak memenuhi dada.
Mungkin karena kau berbeda, dan kau satu-satunya.
Telah menjadi sesuatu yang berharga, meski aku tahu, saat itu hati kita bertanya,
apakah cinta memahami segalanya seperti kita belajar memahami diri masing-masing?
Siapa yang ragu lebih dulu?
Apa aku yang terlalu berani. Mencintaimu lebih dulu, tanpa pernah bertanya seberapa besar perasaanmu padaku.
Tapi katamu, cinta tak seperti itu.
Kau bilang tak mau menyakiti.
Tapi adakah yang lebih menyakitkan, selain cinta yang begitu sangat, yang telah pergi oleh jarak ruang dan waktu yang tak bisa aku tembus.
Aku memejamkan mata, merasakan kembali hadirmu.
Meski dalam setiap bayangan yang hadir, perasaan tak pernah tertebus oleh angan-angan.
Mungkin kau mencintai pilihanmu.
Dan aku cuma menghitung waktu, kapan segalanya akan benar-benar berlalu?
Kalau kau pergi esok…
Aku mulai merasakan kepedihannya sejak saat ini.
Hanya kau, yang mampu melebur rindu...

Komentar
Posting Komentar