Keterpaksaan Itu Tak Disebut Cinta...
Apa yang paling kita sayangkan saat mengetahui kita dicintai sepenuhnya?
Tapi bagaimana jika kenyataan yang terjadi justru adalah sebaliknya?
Bukan alur bahagia, namun alur penyesalan atau keterpaksaan?
Berapa harga yang harus dibayar untuk sebuah Kesetiaan?
Bahkan cinta mati ataupun setia tak pernah setara untuk dirinya.
Sanggup kah kau bayar semua keterpaksaan itu?
Cinta tak bisa dibalas dengan kata, bahkan jika kau mengucapkan ‘aku mencintaimu’ sekalipun.
Ia hanya perlu hati untuk membalasnya.
Bukan sekedar kata manis itu. Aku tidak hidup dari kata manis itu saja !
Mungkin saja cinta kita pergi tanpa kerelaan.
Meninggalkan segenggam keterpaksaan itu.
Semua kini kuanggap alur maju dalam kehidupanku.
Daripada tinggal, terhempas, menangis perih tapi ada dalam pengasingan.
Ini aku, dan hidupku. Aku berhak atas nya.
Atas nasib yang aku punya, dan orang yang berhak mencintaiku.
Aku tak mengunci diriku dalam kesempitan prioritas terbatas.
Tapi kau lebih berhak memilikinya.
Karena kau lah yang sejati. Mencintaiku bahkan sebelum aku tahu seperti apa cinta itu.

like
BalasHapushahha makasih :)
BalasHapus