lenganmu masih memeluk ku..
Ada sebelah lenganku, untukmu berpegangan.
Aku bukan satu-satunya. Tapi percaya lah, aku bersedia, kapan pun kau butuh.
Aku punya telinga.
Tapi bukan dengan itu aku mendengar.
Biar hati yang melakukannya untuk setiap yang kau ceritakan kepadaku.
Aku selalu terima keluh kesah derita ceritamu.
Kau dan rentan, tapi tetap ku pegang tanganmu.
Selalu ada waktu untuk kita duduk bersama.
Secangkir teh hangat untuk mengisi tawa dan tangisku di waktu sepi.
Dan untuk pelengkap, aku menitipkan sesuatu di antara kita: senyum untuk menguatkan dan meyakinkanmu bahwa kau tak pernah sendiri.
Tak akan, dan tak akan pernah bisa.
Hidup bagiku adalah perjalanan mengumpulkan sejumlah kenangan diatas sebuah derita.
Dan untuk itu semua, aku menaruh namamu dalam deret panjang yang pantas di kenang.
Aku menaruh fotomu di salah satu sudut ruangan, agar aku tak cepat lupa wajahmu (meski akan ada banyak wajah baru yang hadir nantinya)
Kau tak perlu ragu. Kau tak perlu takut.
Waktu mengubah wajah dan usia kita, tapi tidak dengan ingatan.
Kau disana. Selamanya.
Kalau kau percaya Tuhan, kalau kau menginginkan surga.
Amin kan dalam hati.
Kita bertemu lagi di sana.
Suatu ketika, nanti.
*Sore, dan secangkir teh. Untuk kamu, yang masih percaya akan kenangan :')
*NTHN
Aku bukan satu-satunya. Tapi percaya lah, aku bersedia, kapan pun kau butuh.
Aku punya telinga.
Tapi bukan dengan itu aku mendengar.
Biar hati yang melakukannya untuk setiap yang kau ceritakan kepadaku.
Aku selalu terima keluh kesah derita ceritamu.
Kau dan rentan, tapi tetap ku pegang tanganmu.
Selalu ada waktu untuk kita duduk bersama.
Secangkir teh hangat untuk mengisi tawa dan tangisku di waktu sepi.
Dan untuk pelengkap, aku menitipkan sesuatu di antara kita: senyum untuk menguatkan dan meyakinkanmu bahwa kau tak pernah sendiri.
Tak akan, dan tak akan pernah bisa.
Hidup bagiku adalah perjalanan mengumpulkan sejumlah kenangan diatas sebuah derita.
Dan untuk itu semua, aku menaruh namamu dalam deret panjang yang pantas di kenang.
Aku menaruh fotomu di salah satu sudut ruangan, agar aku tak cepat lupa wajahmu (meski akan ada banyak wajah baru yang hadir nantinya)
Kau tak perlu ragu. Kau tak perlu takut.
Waktu mengubah wajah dan usia kita, tapi tidak dengan ingatan.
Kau disana. Selamanya.
Kalau kau percaya Tuhan, kalau kau menginginkan surga.
Amin kan dalam hati.
Kita bertemu lagi di sana.
Suatu ketika, nanti.
*Sore, dan secangkir teh. Untuk kamu, yang masih percaya akan kenangan :')
*NTHN

Komentar
Posting Komentar