Pagi yang Kutunggu...
Orang-orang sering bilang, Terbitnya matahari adalah cara waktu mengembalikan cinta kembali ke rumahmu
Cinta boleh pergi kemana pun, sejauh apapun dan dalam cara apapun
Tapi selama hatinya terikat padamu, dia akan kembali lagi
Utuh dan tanpa kurang apapun
Apa kabarmu pagi ini?
Katanya, gerimis membantu mengilangkan penat ini
Mungkin begitu
Ketika aku duduk dibingkai jendela, menatap hujan
aku tak pernah berhenti berharap akan menemukan wajahmu muncul dari ujung jalan, berlari menutupi kepalaku, membasahi diri dan menjemput kelelahanmu
Kuhitung menit dan detik, menanti wajahmu itu
Mari bicarakan cerita kemarin lalu
Katamu, mentari pagi adalah waktu untuk menjemput mimpi yang sebenarnya
Katamu, lembayung pagi adalah warna langit yang sempurna
Bukankah langit memang selalu begitu?
Matahari cuma mampir setengah hari untuk menyalakan terang, itu pun kalau ia belum lelah mengulang hal yang sama setiap hari
Kalau tidak?
Jadi, kenapa harus takut gelap?
Katamu, terang bukan berasal dari cahaya di langit sana, tapi dari keberanian di hati
aku berani, ketika kau tetap pegang tanganku disini
Coba bayangkanseluruh hari ini
Akan ada nama yang tak terhitung yang membarukan hari-harimu
Tapi pada akhirnya cuma satu nama yang akan tinggal
Katamu, hari boleh hujan, badai, atau terik menyengat
Tapi cuma mentari pagi yang mampu menenggelamkan semuanya
Hanya ada satu cinta yang menghuni hati untuk selama-lamanya
Kapan kau pulang?
Aku menunggu ceritamu tentang hari ini
Akan ada cerita tentang pohon, udara, angin, anak kecil yang berlarian di tepi jalan, atau riak air di antara hujan pagi ini
Dan soal janji yang kau ucapkan tadi pagi...
benarkah?
Aku menunggunya
Jika malu untuk mengakui, kamu bisa saja membisikkan di telingaku.
Hanya kata-kata kecil,
ucapkan perlahan dan biarkan aku menikmati kata demi kata
Dan menikmati desah serta aroma tubuh pagimu
"Aku mencintaimu"
Begitu katamu?
Jangan buru-buru mengungkapkan, apalagi menyudahi
aku masih ingin kau mengulanginya di telingaku
Biarkan aku mengeja kata-katamu seperti pagi menerbitkan matahari perlahan-lahan
Karena pada akhirnya, aku akan menjawab dengan kata yang sama
Cinta boleh pergi kemana pun, sejauh apapun dan dalam cara apapun
Tapi selama hatinya terikat padamu, dia akan kembali lagi
Utuh dan tanpa kurang apapun
Apa kabarmu pagi ini?
Katanya, gerimis membantu mengilangkan penat ini
Mungkin begitu
Ketika aku duduk dibingkai jendela, menatap hujan
aku tak pernah berhenti berharap akan menemukan wajahmu muncul dari ujung jalan, berlari menutupi kepalaku, membasahi diri dan menjemput kelelahanmu
Kuhitung menit dan detik, menanti wajahmu itu
Mari bicarakan cerita kemarin lalu
Katamu, mentari pagi adalah waktu untuk menjemput mimpi yang sebenarnya
Katamu, lembayung pagi adalah warna langit yang sempurna
Bukankah langit memang selalu begitu?
Matahari cuma mampir setengah hari untuk menyalakan terang, itu pun kalau ia belum lelah mengulang hal yang sama setiap hari
Kalau tidak?
Jadi, kenapa harus takut gelap?
Katamu, terang bukan berasal dari cahaya di langit sana, tapi dari keberanian di hati
aku berani, ketika kau tetap pegang tanganku disini
Coba bayangkanseluruh hari ini
Akan ada nama yang tak terhitung yang membarukan hari-harimu
Tapi pada akhirnya cuma satu nama yang akan tinggal
Katamu, hari boleh hujan, badai, atau terik menyengat
Tapi cuma mentari pagi yang mampu menenggelamkan semuanya
Hanya ada satu cinta yang menghuni hati untuk selama-lamanya
Kapan kau pulang?
Aku menunggu ceritamu tentang hari ini
Akan ada cerita tentang pohon, udara, angin, anak kecil yang berlarian di tepi jalan, atau riak air di antara hujan pagi ini
Dan soal janji yang kau ucapkan tadi pagi...
benarkah?
Aku menunggunya
Jika malu untuk mengakui, kamu bisa saja membisikkan di telingaku.
Hanya kata-kata kecil,
ucapkan perlahan dan biarkan aku menikmati kata demi kata
Dan menikmati desah serta aroma tubuh pagimu
"Aku mencintaimu"
Begitu katamu?
Jangan buru-buru mengungkapkan, apalagi menyudahi
aku masih ingin kau mengulanginya di telingaku
Biarkan aku mengeja kata-katamu seperti pagi menerbitkan matahari perlahan-lahan
Karena pada akhirnya, aku akan menjawab dengan kata yang sama

Komentar
Posting Komentar