Daun itu (part 1)
pekarangan itu semakin sunyi
ketika kutanyakan kembali
pada wajah daun-daun yang menguning
yang meranggas pasi di sekujur tubuhku
tentang wajah yang terluka
dan matahari yang sinarnya bias dalam mataku
ketika kutanyakan kembali
pada wajah daun-daun yang menguning
yang meranggas pasi di sekujur tubuhku
tentang wajah yang terluka
dan matahari yang sinarnya bias dalam mataku
lama aku sendiri
setelah kubiarkan angin menerbangkan
lukaluka sukma
dan meninabobokan diriku dalam kemurungan
tetapi angin tidak hanya menerbangkan asa
tapi juga mendedahkan matahari
sebab angin pula kuterbangun dari
ranjang-ranjang pilu berbantalkan mawar membatu
setelah kubiarkan angin menerbangkan
lukaluka sukma
dan meninabobokan diriku dalam kemurungan
tetapi angin tidak hanya menerbangkan asa
tapi juga mendedahkan matahari
sebab angin pula kuterbangun dari
ranjang-ranjang pilu berbantalkan mawar membatu
kutanyakan kembali
kepada wajah daundaun yang menguning
tentang aku dan matahari yang sinarnya
bias dalam mataku
menyinari kembali mawarmawar
di pekarangan yang masih sunyi
kepada wajah daundaun yang menguning
tentang aku dan matahari yang sinarnya
bias dalam mataku
menyinari kembali mawarmawar
di pekarangan yang masih sunyi

Komentar
Posting Komentar