Daun itu (part 2)
kutanyakan kembali untuk kesekian kali
pada daun yang menguning dan meranggas pasi
sebuah pertanyaan, tentang jalusi musim semi
wajah merah jambu dan bias mentari pada bulan
di ujung langit
pada daun yang menguning dan meranggas pasi
sebuah pertanyaan, tentang jalusi musim semi
wajah merah jambu dan bias mentari pada bulan
di ujung langit
ketika ku tanyakan kembali pertanyaan-pertanyaan
seperti itu seketika ku tersentak, mataku nyalang
menembus waktu lampau dimana aku berlindung
dengan rendah hati di bawah teduh di tepi jalan
dimana setiap musafir asing boleh berdiri
seperti itu seketika ku tersentak, mataku nyalang
menembus waktu lampau dimana aku berlindung
dengan rendah hati di bawah teduh di tepi jalan
dimana setiap musafir asing boleh berdiri
tak ada mawar yang ku petik
kakiku letih oleh beban pertanyaan-pertanyaan
sedangkan awanawan berlarian seakan menjauh
dari kekalahan
sedangkan awanawan berlarian seakan menjauh
dari kekalahan
mataku yang nyalang menembus waktu lampau
lalu berhenti
di antara ingatan tentang bias mentari
pada bulan: sebagian biasnya memancar
pada bulan lain di bulan Juli
lalu berhenti
di antara ingatan tentang bias mentari
pada bulan: sebagian biasnya memancar
pada bulan lain di bulan Juli
kakiku semakin meletih
kusadarkan kembali tubuhku pada lindap pohon itu
di pinggir jalan dan sejenak aku berdiri
di pinggir pelataranmu di luar pagar kebun
kusadarkan kembali tubuhku pada lindap pohon itu
di pinggir jalan dan sejenak aku berdiri
di pinggir pelataranmu di luar pagar kebun
aku tak tahu apa pikirmu tentang diriku
dan siapa kau tunggu di pintumu waktu itu
hingga kutanyakan kembali pertanyaan-pertanyaan itu
kukunjungi waktu lampau itu
dan kubuka kembali pertanyaanpertanyaan itu
dan siapa kau tunggu di pintumu waktu itu
hingga kutanyakan kembali pertanyaan-pertanyaan itu
kukunjungi waktu lampau itu
dan kubuka kembali pertanyaanpertanyaan itu
lalu kutanyakan pada daun


Komentar
Posting Komentar