Haruskah?

Ada yang mengganjal disini. Dimana? Di gumpalan organ yang memiliki perasaan. Ada rasa tidak suka didalamnya. Ada duka yang menganga. Hanya ingin mengungkap lewat kata. bahwa sesak itu pernah ada di sini. Pada proses ini. Bahwa perjuangan ini adalah uraian air mata, bahwa pada detik ini aku mungkin merasa ingin menyerah pada keadaan.
Tapi beban ini sama, maka haruskah putus asa? haruskah lari seberapapun aku ingin pergi.
Disini ada yang tidak sesuai dengan hati. 
Coba tilik di dalamnya sayangku. Pasti ada yang salah.
Kamu bertanya tanya bukan? Dimana letak kekurangan? Dan kamu bertanya tanya bukan dimana letak ketidaktepatan? Dan kamu sudah terlalu banyak berargumen dengan kata padahal.
Lihat satu persatu laci hatimu. Periksalah dengan jeli. Berapa kadar niatmu kini? Niat yang lurus? Bukan niat berhias penawaran-penawaran atasmu? Sudahkah kau lihat.
Lalu tilik laci sebelahnya, sudahkah ikhlas ada dalam setiap langkah? Kamu sering meneriakkannya. Bahwa tanpanya segalanya adalah jalan yang menanjak. Terlalu berat untuk ditapaki. Maka tilik, dan tanyakan. Sudahkah ikhlas membersamai. Bila belum hidupkanlah, walau masih berupa janin yang rentan. Jagalah, dengannya nanti akan bertumbuh.
Bagaimana dengan usahamu? Bagaimana dengan apa-apa untuk menolong agamanya? Masihkah kau lakukan? Benarkah kau lakukan? Ikhlaskah? Atau hanya keren-kerenan?
Apa yang kau harapkan dari kehidupan? Apakah hanya leha leha lantas kau akan mendapat segalanya?
Masalah ini adalah cobaan. Proses ini adalah ujian yang harus dilampaui sampai lulus. Keluhmu takkan mempercepat apa apa. Kesahmu takkan mempermudah langkah. Tapi niatmu, tapi inginmu, tapi ikhlasmu, tapi doa, usaha dan pengabdianmu untuknya.
Perbaikilah, apa yang perlu direparasi. Perbaikilah, selama kesempatan itu masih diberikan.

Komentar

Postingan Populer