Tiba-tiba tiba
Terasa seperti hari kemarin.
Kala aku mengemis-ngemis kehadiranmu,
Merindukan kepergianmu,
Merutuki hilangmu,
Menyisipkan namamu dalam doa;
Doa untuk selalu melindungimu.
Kala aku mengemis-ngemis kehadiranmu,
Merindukan kepergianmu,
Merutuki hilangmu,
Menyisipkan namamu dalam doa;
Doa untuk selalu melindungimu.
Terasa baru beberapa jam yang lalu.
Menganalogikan kamu dengan rembulan,
Membayangkan wajahmu pada pesta rintik air,
Menguarkan sebuah angan di tengah mendung langit;
Angan untuk memilikimu.
Tapi sekarang, begitu kamu tiba,
Datang secara tiba-tiba,
Semua begitu aneh.
Bagaikan pesawat yang lepas landas lebih cepat dari jadwal,
Bagaikan kehabisan napas di tengah naasnya badai.
Menganalogikan kamu dengan rembulan,
Membayangkan wajahmu pada pesta rintik air,
Menguarkan sebuah angan di tengah mendung langit;
Angan untuk memilikimu.
Tapi sekarang, begitu kamu tiba,
Datang secara tiba-tiba,
Semua begitu aneh.
Bagaikan pesawat yang lepas landas lebih cepat dari jadwal,
Bagaikan kehabisan napas di tengah naasnya badai.
Seperti….
Air…
Yang menyapu habis…
Pemukiman…
Tanpa permisi…
Air…
Yang menyapu habis…
Pemukiman…
Tanpa permisi…
Ah, kenapa tiba-tiba kau bisa tiba?
Kenapa juga kau harus tiba secara tiba-tiba?
Kenapa juga kau harus tiba secara tiba-tiba?

Komentar
Posting Komentar