[Sepuluh Keping] PART I


Image result for puzzle tumblr
Aku memiliki sepuluh pertanyaan tentang cinta yang pada detik ini aku gantungkan mereka di antara bintang-bintang bumantara. Setiap matahari dicumbui malam hari, kusenandungkan beberapa di antaranya dalam keping-keping doa—berharap sayap safir malaikat surgawi membawanya menembus terminasi secepat kirana menuju mahligai Tuhan.

[Keping Satu]
    Apabila dunia memang merupakan ilusi belaka, dan waktu adalah bagian dari abstraksi takdir yang amat tak terduga, maka begitu pula cinta—yang merupakan bagian darinya—bekerja. Mungkin memang cinta adalah tirani yang begitu arogan. Tetapi, apakah sepahit itu mencintai?

[Keping Dua]
    Dunia berputar. Waktu berjalan. Dan kita—manusia—berevolusi. Begitu juga dengan cinta—dia adalah pergantian yang cepat seperti musim dingin ke semi. Sungguh begitu mengerikan apabila cinta berubah secepat itu. Bukankah begitu?


[Keping Tiga]
    Apabila cakrawala saja bisa penasaran dengan rasa sentuhan samudra dunia, apakah salah jika aku amat penasaran bagaimana rasanya disentuh cinta—bahkan penasaran pada rasa sakitnya?

[Keping Empat]
    Aku begitu rindu, dan itu merobohkan kastil logikaku. Apa itu pantas disebut sebuah kebodohan atau kesia-siaan?

[Keping Lima]
    Manusia diciptakan, untuk berkelana di jalan-jalan mini planet bumi, atau melintasi negeri ke negeri. Selain itu, mereka juga diciptakan untuk menuliskan sejarah cinta. Apakah termasuk aneh apabila aku menuliskan sejarah itu seorang diri?

Komentar

Postingan Populer