[Sepuluh Keping] PART II

[Keping Enam]
Burung saja butuh sepasang sayap untuk terbang membuana. Butuh sepasang. Bagaimana denganku, yang tidak punya satu buah sekalipun?
[Keping Tujuh]
Ekistensi cinta itu ada, tetapi seakan tidak nyata. Esensi mencintai itu adalah paramarta, tetapi begitu buta. Aku menyimpulkan bahwa cinta tidak selamanya masuk akal. Bukankah begitu?
[Keping Delapan]
Semesta ini begitu luas—sungguh. Ada jutaan benih kalpataru berukuran mikroskopis yang suatu hari mereka akan tumbuh. Menjulang, menembus, mencakar antariksa. Aku bertanya-tanya, mungkinkah cinta tumbuh seperti itu?
[Keping Sembilan]
Setiap sang surya terbit, hingga dia mencapai kulminasi senja, selalu kutorehkan tinta di atas kertas. Aku menuliskan puisi tentang cinta yang tak terbalaskan. Sampai detik ini tidak ada yang berubah kecuali melankolis yang semakin dalam jurangnya. Pertanyaanku adalah, haruskah aku berhenti?
[Keping Sepuluh]
Terlalu banyak pertanyaan. Apakah akan kudapatkan jawaban?

Komentar
Posting Komentar