Dialog Desah, Gerak Gelisah
Aku muak dengan drama yang kau pamerkan
Piawai sekali kau melakoninya
Bernari-nari diatas kertasku, torehkan tinta cumbu
Merobek seluruh isi naskahku.
Yang selalu kutulis ulang dan berhenti ditengah tengah cerita
Yang seperti ingin menulis kisah nyata dibaluti bingkai fiksi belaka
Lalu, Aku tersesat ditengah cerita yang takkan habis,
karna tak ada ujung cerita bahagia.
Tersesat masuk dalam bayang rindu akan sukmamu
senandungmu, dramamu, imaji tentang rupamu yang selalu menyetubuhi Inti ragaku.
Aku merindukanmu, rindu yang sedikit tabu
untuk merebutmu dari rembulanmu
Kau bukan lagi kepalsuan dalam rongga paruku
Tapi Kaulah bayang atas birahiku
Sejujur ini aku menafsuimu,
Seperti inilah aku menyampaikan cemburu kepada tuanmu.
Aku tak lagi peduli engkau siapa?
Yang aku sadari ialah; aku tetap tegang dalam deretan kata yang klimaks, yang menginginkanmu diatas tubuhku
Berdialog dengan Desah, Gerak bagai Gelisah

Komentar
Posting Komentar