Kok bisa?
"Bukan mauku suka sama kamu, Manis.
Ini terjadi begitu saja.
Tanpa sengaja dan tanpa rencana."
Sejak awal rasa ini tumbuh, aku tak berani menaruh harap. Tak pernah terbesit angan yang bersangkut pada keinginanku meraihmu. Bukan sebab aku ogah bermimpi bisa bersanding denganmu. Melainkan aku tahu, kamu memang mustahil bisa kuraih. Bertatap mata satu kali saja belum pernah. Memahami seluk beluk masalalumu pun belum mampu. Ah, aku cuma orang asing yang kebetulan hadir pada sedikit kisahmu. Kamu juga sama, asing. Bedanya, kamu kuanggap anugerah yang berharga. Sedangkan aku dalam duniamu, ya tetap asing.
Aku merasa tak perlu memutar otak untuk mencari-cari jawaban atas pertanyaan; "Kenapa aku bisa suka sama kamu sampai sebegininya?", Karena nyatanya aku sungguh tidak tahu perihal apa alasan aku suka kamu. Aku tiba-tiba suka.
Aku tak begitu peduli, juga tak pernah menanyakan, apakah kamu bakal balas rasaku atau tidak. Perasaan adalah sesuaturd yang sakral. Kita tak bisa berpura-pura, apalagi merekayasa. Jangan karena aku jatuh cinta sama kamu, kamu jadi berkeinginan supaya aku mengira kalau kamu juga cinta. Sebab cinta bukan seperti balas budi. Cinta itu kerelaan dan kesediaan dari hati.
Aku tak mau repot. Semisal kamu berasumsi bahwa aku ini perempuan yang mudah jatuh hati, atau semisal kamu berasumsi bahwa aku suka kamu cuma untuk pelampiasan sepiku, atau semisal kamu tidak betul-betul yakin akan rasaku, aku sungguh tak mau repot. Bukan sebab aku ogah meyakinimu. Tapi biar kuserahkan kepada alur kisah kita yang mengalir apa adanya. Rasa percayamu bakal timbul sendiri seiring berjalannya waktu. Cepat atau lambat kamu akan paham. Apakah aku tulus mencinta, atau hanya manipulasi belaka.
Yang terakhir, aku merasa enggan memikirkan apakah mencintai kamu adalah suatu kesalahan atau bukan. Aku tak ingin ambil pusing karena aku menikmatinya. Aku menikmati perasaan ini.
_ _
Sajak rasaku,
Kepada lelaki manis, yang cerdas, angkuh, dan kelewat percaya diri.
Dari aku, perempuan yang sudi menghabiskan waktunya untuk mencinta sendirian.
_ _
Ini terjadi begitu saja.
Tanpa sengaja dan tanpa rencana."
Sejak awal rasa ini tumbuh, aku tak berani menaruh harap. Tak pernah terbesit angan yang bersangkut pada keinginanku meraihmu. Bukan sebab aku ogah bermimpi bisa bersanding denganmu. Melainkan aku tahu, kamu memang mustahil bisa kuraih. Bertatap mata satu kali saja belum pernah. Memahami seluk beluk masalalumu pun belum mampu. Ah, aku cuma orang asing yang kebetulan hadir pada sedikit kisahmu. Kamu juga sama, asing. Bedanya, kamu kuanggap anugerah yang berharga. Sedangkan aku dalam duniamu, ya tetap asing.
Aku merasa tak perlu memutar otak untuk mencari-cari jawaban atas pertanyaan; "Kenapa aku bisa suka sama kamu sampai sebegininya?", Karena nyatanya aku sungguh tidak tahu perihal apa alasan aku suka kamu. Aku tiba-tiba suka.
Aku tak begitu peduli, juga tak pernah menanyakan, apakah kamu bakal balas rasaku atau tidak. Perasaan adalah sesuaturd yang sakral. Kita tak bisa berpura-pura, apalagi merekayasa. Jangan karena aku jatuh cinta sama kamu, kamu jadi berkeinginan supaya aku mengira kalau kamu juga cinta. Sebab cinta bukan seperti balas budi. Cinta itu kerelaan dan kesediaan dari hati.
Aku tak mau repot. Semisal kamu berasumsi bahwa aku ini perempuan yang mudah jatuh hati, atau semisal kamu berasumsi bahwa aku suka kamu cuma untuk pelampiasan sepiku, atau semisal kamu tidak betul-betul yakin akan rasaku, aku sungguh tak mau repot. Bukan sebab aku ogah meyakinimu. Tapi biar kuserahkan kepada alur kisah kita yang mengalir apa adanya. Rasa percayamu bakal timbul sendiri seiring berjalannya waktu. Cepat atau lambat kamu akan paham. Apakah aku tulus mencinta, atau hanya manipulasi belaka.
Yang terakhir, aku merasa enggan memikirkan apakah mencintai kamu adalah suatu kesalahan atau bukan. Aku tak ingin ambil pusing karena aku menikmatinya. Aku menikmati perasaan ini.
_ _
Sajak rasaku,
Kepada lelaki manis, yang cerdas, angkuh, dan kelewat percaya diri.
Dari aku, perempuan yang sudi menghabiskan waktunya untuk mencinta sendirian.
_ _

Komentar
Posting Komentar