Setara
Aku percaya, dunia diciptakan untuk kesetaraan. Setara bukan berarti mengganti. Setiap insan memiliki peran, dan eksistensinya bukan untuk saling menggantikan. Laki-laki menempati peran sebagai laki-laki--pun begitu juga perempuan.
Sebagai perempuan, aku selalu ingin mewujudkan bahwa kesetaraan bukan sekadar angan.
---
Untuk semua laki-laki yang kebetulan membaca,
Percayalah, kalian lebih berharga dari sekadar tuntutan masyarakat. Konstruksi sosial buatan manusia membuat identitas kalian sudah ditentukan, bahkan sejak kalian masih berupa bayi mungil kemerahan.
Kalian telah dirancang untuk menjadi lelaki sejati sesungguhnya--kuat, jantan dan perkasa. Menjadi melankolis adalah hal yang tabu. Terlihat lemah adalah laki-laki sayu.
Padahal kalian adalah manusia pula, bukan?
Manusia yang memiliki kelemahan, manusia yang memiliki batas kekuatan, manusia yang memiliki perasaan.
Tidak apa. Tidak apa menjadi tidak kuat barang sejenak, tidak apa terlihat melankolis barang sebentar. Kalian hanya laki-laki, bukan produk robot buatan manusia yang tak mengenal afeksi.
Mungkin kalian perlu menangis, sesekali. Menangis bukanlah bentuk kelemahan. Menangis adalah bentuk luapan perasaan, ketika terkadang, dunia membuatmu kewalahan. Menangis tidak berarti kalah. Menangis hanya sebuah jeda--detik untuk membuatmu meresapi kejamnya realita, untuk kemudian bangkit kembali memperjuangkan setumpuk asa.
Percayalah, diri kalian adalah milik kalian sendiri. Maka berekspresilah sesuka kalian. Jadilah olahragawan, sastrawan, seniman, atau apapun yang membuat kalian senang. Tapi jangan lupakan fakta, bahwa tanggung jawab bagi manusia adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Beranilah bertanggung jawab atas apapun yang kalian lakukan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi sesama, bukan?
Lakukan apapun yang kalian sukai. Tidak, kalian tidak harus jadi atlet, kalian tidak harus mahir bermain futsal, kalian tidak harus punya otot besar. Kalian boleh mahir memasak, kalian boleh mahir menjahit, kalian boleh mahir mengajar. Jangan pernah takut melakukan sesuatu yang dianggap 'perempuan'. Jika perempuan diberi pilihan untuk menentukan, mengapa lelaki tidak?
Jadilah pemberani, jadilah pintar, jadilah baik hati, jadilah kuat dan tangguh. Kalian bisa memilih jalan kalian sendiri, kalian berhak menentukan apa yang kalian cintai. Jadilah laki-laki tangguh dengan cara kalian sendiri. Hal itu lebih baik daripada hanya sekadar tampilan fisik dan kekuatan tanpa makna.
Berdirilah dengan bangga sebagai laki-laki sejati; dengan cara melakukan apapun yang kalian cintai. Bukan karena ingin membuat perempuan terkesan, bukan karena ingin menunjukkan kalau kalian mampu memenuhi standar yang diciptakan orang-orang. Lebih dari itu, lakukanlah untuk diri kalian sendiri.
Terkadang, kalian terlalu sibuk membentengi dan memperkasai diri, hingga melupakan hal-hal kecil tentang seberapa penting kalian harus menghargai dan mendengarkan diri sendiri.
Jangan dengarkan kata orang. Laki-laki tidak hanya sekedar kekuatan, laki-laki tidak hanya tentang unjuk kebolehan. Lebih daripada itu, kalian adalah manifestasi ketangguhan. Jangan menyalahgunakan pemberian Tuhan dengan menyalurkannya lewat kekerasan.
Percayalah. Kalian berharga, tangguh, kuat, pemberani, tanpa perlu pembuktian. Sikap dan karakter, adalah salah satu cara kalian dapat menunjukkan. Ini bukan hanya tentang siapa-lebih-kuat-dari-siapa, atau siapa-lebih-berani-dari-siapa. Ini adalah tentang jati diri, maka seluruh dunia pun akan mengamini.
Kalian dilahirkan dengan kondisi biologis lebih unggul dari perempuan, tapi bukan berarti kalian tidak akan membutuh bantuan. Mintalah bantuan jikalau butuh, kalian tidak selamanya hidup menjadi pahlawan.
Sadarilah, kalian pun mampu menaklukkan dunia. Tapi sebelum itu, mulailah dengan hal hal kecil--seperti menaklukkan dirimu sendiri.
Ingatlah bahwa hakikatnya, laki-laki dan perempuan adalah setara.
Jangan lupa bahagia!

Komentar
Posting Komentar